Home »
» Keutamaan Shalat berjamaah
Keutamaan Shalat berjamaah
By Al-Faruqy 11:25:00 PM
Umat Islam Harus Tahu Keutamaan Shalat
berjamaah Ini
Umat Islam Harus Tahu Keutamaan Shalat berjamaah Ini
Salah satu sunnah Nabi SAW yang seringkali kurang diindahkan oleh umat Islam
adalah shalat berjamaaah di masjid. Kurangnya perhatian umat Islam pada
sunanul huda ini telah mencapai tingkat yang memprihatinkan. Karena bukan
hanya kalangan awam saja yang meninggalkannya, tapi juga tidak sedikit
kalangan khusus—santri, ustadz, dan tokoh agama—yang meninggalkannya.
Padahal jika kita simak berbagai hadits Nabi Muhammad SAW, tentu akan kita
dapati perhatian yang demikian kuat dari generasi terbaik itu pada ibadah
sunnah muakkad ini.
Shalat berjama’ah di masjid amat ditekankan perintahnya oleh Rasulullah SAW.
Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah,
Ada seorang buta datang kepada Nabi SAW dan berkata: “Wahai Rasulullah,
tidak ada seorang pun yang menuntun saya untuk datang ke masjid”;kemudian
laki-laki buta itu minta keringanan/dispensasi kepada beliau agar
diperkenankan shalat di rumahnya. Nabi SAW pun mengizinkannya; tetapi ketika
ia bangkit untuk pulang, beliau SAW bertanya kepadanya: “Apakah kamu
mendengar panggilan untuk shalat (adzan)?”. Laki-laki buta itu menjawab:
“Ya (saya mendengar)”.Nabi SAW bersabda: “(Kalau begitu)Kamu harus datang
ke masjid”.
Hadits di atas dengan jelas menginformasikan tentang penekanan perintah
shalat berjama’ah, seorang buta sekalipun—bahkan yang tidak memiliki
penuntun—tetap harus datang ke masjid jika mendengar seruan adzan.
Selain itu, shalat berjama’ah pun memiliki keutamaan daripada shalat
sendirian. Sebuah hadits masyhur muttafaq ‘alaih yang diriwayatkan Bukhari
dan Muslim menerangkan hal ini,
Dari Ibnu ‘Umar r.a. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Shalat
berjama’ah itu lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak 27 derajat”.
Sungguh sangat rugi orang yang melewatkan begitu saja keutamaan ini. Wahai
saudaraku, bukankah ini seharusnya yang kita kejar demi meraih keridhoan
Allah SWT? Demi membuktikan kecintaan kita pada-Nya? Demi meraih kebaikan
bagi kehidupan kita?
Takutlah kepada Allah, karena sifat malas shalat berjama’ah di
masjid—khususnya shubuh dan isya—adalah ciri orang munafik. Hal ini
dijelaskan sendiri oleh beliau,
“Tidak ada shalat—berjama’ah—yang dirasakan berat oleh orang munafik,
kecuali shalat fajr (shubuh) dan isya. Seandainya mereka mengetahui
(keutamaan) yang ada pada keduanya, pasti mereka akan mendatangi keduanya
walaupun harus merangkak…”
Oleh karena itu marilah kita berupaya sekuat tenaga menghidupkan sunnah
shalat berjamaah ini. Agar keislaman kita terpelihara dan terhindar dari
kesesatan serta kemunafikan. Sahabat Nabi SAW, Abdullah bin Mas’ud berkata,
“Siapa saja diantara kalian yang ingin bertemu dengan Allah SWT sebagai
muslim maka ia harus benar-benar menjaga shalat-shalat ketika terdengar
suara adzan. Sesungguhnya Allah telah mensyariatkan kepada Nabi SAW sunanul
huda (tuntunan-tuntunan yang penuh petunjuk) dan sesungguhnya shalat
jama’ah itu termasuk sunanul huda. Seandainya kalian shalat di rumahmu
sebagaimana kebiasaan orang yang tidak suka berjama’ah, niscaya kamu
sekalian telah meninggalkan sunnah Nabi, dan seandainya kamu sekalian
meninggalkan sunnah Nabi, niscaya kamu tersesat. Sungguh pada masa Nabi tiada
seorang pun tertinggal dari shalat berjama’ah kecuali orang munafik yang
jelas-jelas munafik. Sehingga terjadi ada seorang (sahabat) dipapah oleh dua
orang sehingga ia bias berdiri pada salah satu barisan” (HR. Muslim).
Mari saudaraku, tekadkan dalam hati untuk selalu menjaga shalat berjama’ah
di masjid. Jangan lupa ajak keluarga dan tetangga-tetangga kita untuk
melaksanakannya. Insya Allah dengan sunnah ini umat Islam akan menjadi umat
yang solid; terpelihara rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuannya.
Semoga.





